Senin, 1 Juli 2010
Horaaa! Tebak, ini adalah hari pertamaku sekolah . Yap, sekolah baruku, Meisei merupakan sekolah yang cukup ternama ( Yang didengar dari isu banyak orang ). Dan kabarnya sekolah ini adalah sekolah satu-satunya yang memiliki seragam di daerah Kanto dan sekolah yang merupakan impian banyak orang.
Aku cukup gugup untuk masuk ke kelas baruku. Benar-benar harus bisa menyesuaikan diri. Begitu dipersilahkan masuk ke kelas, aku menyebutkan namaku dengan sedikit bergetar. Ayolah berdiri di depan umum itu memang terasa berbeda.
Aku memasang senyuman terbaikku. Kulihat, beberapa di antara mereka ada yang mendengarkan secara antusias. Namun kebanyakan cuek dan melakukan kegiatan mereka. Aku berharap aku tidak diperlakukan yang aneh-aneh.
Karena mereka tidak bertanya aku dipersilahkan duduk. Dan tebak siapa teman sebangku nya? Dia anak yang cukup manis dengan tatapan lembut. Rambutnya pendek seperti potongan laki-laki, matanya yang bulat dan hitam, hidungnya mancung, dan kelihatannya dia cewek yang cukup tomboy. Dan beberapa menit perkenalan dengannya ternyata benarkan dia……dia cewek, Dia tersenyum padaku sekarang. Aish, Amy benar-benar manis.
---
Selasa, 2 Juli 2010
Ternyata, disini tidak jauh berbeda dengan sekolah pada umumnya. Pembagian kasta, orang popular, orang cerdas, dan orang pesuruh. Hari ini aku sudah delapan kali dikerjai Shido, yang katanya merupakan anak popular disana. Dan ayahnya memiliki relasi yang cukup menjanjikan bagi sekolah. Dan tampaknya mereka menggangguku karena aku anak baru disini. Dan aku cukup membenci itu. Karena ya, aku ke sekolah tidak ingin mencari musuh, melainkan mendapatkan ilmu dan mencari teman. Dan mereka malah meladkukan hal seperti ini.
Dan parahnya lagi, Amy tidak masuk karena dia alergi serbuk bunga. Aku benar-benar kesepian. Tidak ada yang menemaniku makan siang di atap. Padahal bunga sakura nya mekar. Dan sepertinya Amy memaksakan diri untuk melihatnya kemarin. Aku ingin menjenguk Amy rasanya. Mungkin setelah dia masuk akan ku traktir dia sesuatu.
Jadi, kuputuskan makan siang di dekat hutan sekolah. Aku pun mulai makan di dekat pohon besar. Angin dan suasananya begitu sejuk. Setelah Amy sembuh akan ku ajak dia kesini mungkin.
Aku mendengar suara lonceng, seakan menghipnotisku, lonceng itu makin lama semakin membuatku tertidur. Dan tampaknya aku memang ketiduran. Untung saja aku tidak telat masuk ke kelas.
---
Rabu, 3 Juli 2010
Untunglah hari ini Amy datang. Dia memakai masker dan jaket yang modelnya itu, unik menurutku. Begitu masuk, dia menghampiriku dan mengatakan maaf karena tiba-tiba tidak masuk kemarin.
Aku langsung tersenyum dan mengatakan padanya harusnya akulah yang meminta maaf. Aku juga menanyakan dimana rumahnya. Dia dengan semangat berkata rumahnya ada di dekat sekolah ini dan mengajakku mampir Jumat nanti.
Dan hari ini entah kenapa Shido tidak masuk. Banyak yang berspekulasi Shido sedang liburan atau sedang pergi ke mall. Yang manapun spekulasinya aku tidak peduli. Karena untuk apa memperdulikannya. Yang penting si pengganggu itu telah pergi.
Aku hari ini mengajak Amy makan siang di kelas, karena kulihat Amy tidak begitu baik kesehatannya. Dari tadi dia selalu bersin dan gaya bersinnya itu lucu seperti kucing. Melihat aku tertawa, Amy mengedumel dan mengatakan kalau tidak karena ulangan Fisika, dia tidak akan masuk hari ini dan membiarkanku terlantar. Aish, teganya.
---
Kamis, 4 Juli 2010
Hari ini, kami belajar seperti biasa. Dan tampaknya Amy berangsur-angsur pulih. Katanya dia ingin mendengar aku bernyanyi nanti di kelas musik. Dan aku berkata padanya kalau aku cukup buruk dalam menyanyi. Dia hanya tersenyum dan mengatakan tidak apa. Dia tidak akan mengejek, tapi bohong. Aku langsung menjitaknya pelan dan dia pun bergumam.
Kelas music nya cukup membuatku ngantuk karena music yang diajarkan senseinya adalah music klasik. Dan diwajibkan mendengarnya terlebih dahulu sebelum memainkannya. Amy sudah tepar. Pffttt, dan tampaknya aku….juga mau tepar.
Beberapa menit setelahnya aku dibangunkan Amy. Dia mengatakan bersiaplah aku merekomendasikanmu. Dan benar saja, sensei menyuruhku tampil. Dia tertawa dan pastinya dia merekomendasikanku pas aku tertidur tadi. Dia menyebalkan sekali heh.
Aku bingung mau menyanyikan apa, sehingga aku memutuskan untuk menyanyikan mars sekolah yang kuhapal minggu lalu. Semuanya tertawa dan mengatakan aku membosankan. Kulirik Amy yang menahan tawanya.
Dan pada akhirnya, aku menyanyikan lagu yang sering ku dengar dari abangku. Dan begitu selesai, semuanya malah diam lalu tepuk tangan. Sensei memujiku. Kulirik Amy sekali lagi. Dia tersenyum padaku. Dan seperti biasa kami makan lagi dikelas hari ini.
---
Jumat, 5 Juli 2010
Hari ini rencananya aku akan mampir ke rumah Amy. Dan pastinya ini menyenangkan. Namun, aku cukup kaget juga hari ini sih. Shido katanya menghilang. Aku terdiam. Mungkin saja sih Shido diculik karena dia anak konglomerat. Dan tampaknya teman-teman merusuhnya cukup kaget dan kudengar dari Amy, teman-temannya dipanggil untuk pemeriksaan.
Suasana di kelas tampak cukup berbeda Karena berita itu. Kupikir itu hal yang cukup membosankan karena kelas tidak rebut seperti biasa. Amy bertanya padaku, apakah kemarin Shido pernah mengangguku. Aku menjawab ya. Amy menghela nafasnya dan mengatakan kurasa wajar kalau banyak yang bersyukur atas kehilangan nya namun tetap saja bukan Shido itu teman kita. Aku bertanya balik, apakah Amy pernah diganggunya. Amy menjawab sering. Tapi aku menamparnya.
Kami menjalani hari seperti biasa, hingga bel pulang berbunyi. Amy mengajakku untuk ke rumah Shido untuk berdoa. Aku mengikutinya dan mengangguk. Kami pun ke rumah Shido, berdoa. Setelah selesai, aku mengantar Amy pulang. Dia menolak, namun aku memaksanya. Begitu sampai di rumah Amy, Amy mengatakan terimakasih dan meminta maaf karena aku tidak bisa mampir hari ini. Aku tersenyum dan mengatakan tidak apa.
---
Sabtu, 6 Juli 2010
Hari ini aku diajak Amy ke klub-klub. Katanya, aku harus memiliki klub yang membuatku bisa bersosialisasi dan menyalurkan bakatku terutama. Dia bertanya apa yang menjadi minatku. Aku hanya berkata aku tidak berminat dalam hal apapun, karena pada ujung-ujungnya aku selalu saja pindah.
Dia bertanya mengenai orang tuaku. Aku mengatakan, ibuku seorang designer, ayahku manager di sebuah perusahaan, abangku seorang dokter dan adikku masih pre-school. Dia mengatakan pasti cukup sulit ya berpindah-pindah terus. Aku tersenyum simpul.
Dia satu persatu mengenalkanku klub-klub. Mulai dari klub berkebun, klub basket, sepakbola, teh, memasak, renang, atletik, manga bahkan klub ramalan. Dan aku kagetnya disana ada klub tata rambut. Aku hanya facepalm. Aku bertanya klub apa yang Amy ikuti. Dia menjawab Klub musik. Dan ujung-ujungnya aku di klub yang sama dengan Amy.
Setelah itu aku menuju ke rumah Amy. Suasana rumahnya begitu hangat. Berbeda dengan rumahku yang orangnya selalu sibuk sendiri. Ibunya ramah, ayahnya juga. Saudara nya ternyata cowok semua dan sekarang berada di daerah lain. Pantas saja dia agak tomboy.
---
Minggu, 7 Juli 2010
Amy memperkenalkan aku dengan anggota klub musicnya. Kami berlatih di rumah Amy karena rumahnya paling dekat dengan sekolah dan memiliki gudang khusus yang tampaknya didedikasikan untuk music. Senpai-senpai dan yang lainnya ternyata benar-benar ramah.
Tampaknya Amy sibuk, ku dengar dari Sousuke, Amy adalah sekretaris di klub itu. Pantas saja dia begitu sibuk. Kami pun ditegur dengan Tama-senpai karena memainkan music sambil berbicara. Pfftt.
Amy menyanyi sambil memainkan biolanya. Suaranya benar-benar cantik. Seperti malaikat saja. Lagu yang dinyanyikannya benar-benar terasa di hatiku. Sejuk. Ku dengar itu lagu ciptaannya sendiri. Judulnya One’s Hope.
Begitu selesai bernyanyi, dia langsung dihampiri senpai ( yang katanya ketua klub itu ), Amy tersenyum, manis sekali dan mengacungkan jempolnya ke senpai itu. Aku terus memperhatikannya. Dentingan lonceng berbunyi dan aku tertidur.
---
Senin, 8 Juli 2010
Pagi yang cerah hari ini. Aku cukup bersemangat untuk ke sekolah. Begitu masuk, aku langsung disambut Amy dan dia mengatakan apakahaku baik-baik saja. Aku menjawab jangan khawatir. Dia menunjukkan wajah khawatirnya. Lalu aku menepuk kepalanya dan mengatakan aku baik-baik saja.
Amy mengatakan apakah lagunya bagus kemarin. Aku hanya mengangguk dan mengatakan itu bagus. Dia mengatakan akan menyanyikan ku lagu lagi. Aku berkata dengan senang hati. Dia pun berteriak semangat.
Kami belajar dengan tenang seperti biasa. Cukup menyenangkan. Guru-gurunya hari ini tidak begitu membosankan . Namun, Amy daritadi hanya melirikku. Sepertinya dia cukup khawatir. Aku akan mengerjai nya nanti.
Dan benar saja, keisengan ku muncul. Aku mengerjai nya dengan pura-pura terjatuh. Dia begitu pucat. Lalu aku tertawa. Dan tampaknya dia marah padaku. Aku pun meminta maaf padanya. Dia memaafkanku dan berkata jangan membuatnya khawatir lagi. Aku dan dia tersenyum.
Hari ini juga pun aku mentraktirnya mochi. Dia membuatku tertawa dengan mulut penuh mochi itu. Ada-ada saja dia.
---
Selasa, 9 Juli 2010
Hari ini Amy menanyakan dimana rumahku. Katanya dia ingin berkunjung dan bertemu dengan keluargaku, terutama ibu. Tampaknya dia sedang terobsesi dengan baju gothic-loli karena menonton cosplay dengan abangnya.
Aku pun menolaknya dan mengatakan itu tidak bisa. Ya, mau bagaimana lagi. Aku tidak ingin dia merasa tidak enakan. Ibuku itu selalu mengurung diri dikamarnya, mengerjakan desainnya . Ayahku itu selalu di ruang baca, abangku yang otaku itu selalu berada di ruang keluarga menonton anime kesukaannya dan adikku selalu berada di ruang baca untuk menggambar. Semuanya sibuk sendiri. Berbeda dengan keluarganya. Jadi aku berkata, lain kali saja. Untung saja dia mengerti dan mengajakku untuk melihat cosplay nanti.
Selesai belajar, Aku pun disuruh keruang guru untuk mengantar peta. Aku pun mengangguk dan menuju ke sana bersama guru itu. Ketika di ruang guru, banyak yang berbisik. Satu nama yang berasa familiar bagiku terdengar dan ternyata…Gray-senpai hilang.
Bel pulang berbunyi, aku dan Amy pun melihat-lihat cosplay. Kurasa cosplay disana benar-benar keren. Amy mengatakan dia ingin bernyanyi dengan costume seperti itu. Aku tertawa dan mengatakan itu pasti keren. Dia mengatakan akan bernyanyi bersama Gray-senpai dan ingin dia memujinya. Aku kaget. Haruskah aku memberi tahunya?
---
Selasa, 9 Juli 2010
Hari ini Amy tidak masuk. Aku tidak tau kenapa. Namun, dari yang kudengar dia sedang dalam keadaan sakit. Lagi? Yah aku sendiri lagi. Aku melanjutkan hariku dengan malas.
Aku memakan bekalku dikelas seperti biasa. Dan tampaknya aku harus bisa berinteraksi dengan teman lain meski Amy tak ada. Untung saja hari ini aku ditemani Sousuke. Aish, kau penyelamatku Sousuke.
Dan kali ini benar, Gray-senpai yang menghilang pun menjadi topic hangat. Dan untung saja Amy tidak datang. Karena, aku takut dia akan sedih. Melihat air matanya saja sudah membuatku….merasa bersalah?
Sousuke pun mengajakku berdoa untuk Gray-senpai. Aku mengiyakan. Selama perjalanan kesana, Sousuke yang biasanya berisik ini hanya diam. Ya, dia menatap sedih. Dia bergumam pelan, mengatakan kalau Gray-senpai banyak membantunya. Gray-senpai lah ynag mengajaknya dalam dunia musik dan membantunya keluar dari kegiatan premanisme. Begitu juga Amy, dulu Amy adalah orang penyendiri, dan Gray-senpai lah yang membantu Amy sehingga dia menjadi semangat. Aku pun berdoa, semoga Gray-senpai baik-baik saja.
---
Sabtu, 13 Juli 2010
Belakangan ini aku tidak terlalu banyak bercerita padamu ya. Tapi ini bukan berarti aku melupakanmu ya diari. Hanya saja, aku terlalu sedih melihat Amy. Dia tidak bersemangat sama sekali. Senyum di wajahnya pudar.
Klub music dibubarkan, padahal aku baru bergabung. Dan meski aku berupaya untuk tidak membiarkan klub bubar, namun semuanya hilang. Hilang dan hampa. Amy tidak seceria dulu. Meski aku mengajaknya pergi untuk melihat cosplay pun dia tidak bersemangat.
Aku terus berupaya membuatnya tersenyum, mengajak ke taman bermain dan hal lain. Namun tetap, dia tidak tersenyum. Dan ketika kelas musik tiba, ketika dia disuruh menyanyi oleh sensei, dia menolak.
Dan yang membuat kaget, dia langsung melepaskan senar-senar biola dan berkata maaf sensei, kau berhenti dari music. Sensei cukup khawatir dan memanggilnya ke ruang guru. Ketika selesai, dan kutanyai dia, dia hanya menatap nanar dan berkata, Aku bernyanyi untuk Gray-senpai. Aku menyukai Gray-senpai. Dia menangis. Terus menangis. Aku langsung mengelap air matanya. Disini…begitu perih.
---
Minggu, 14 Juli 2010
Hari ini aku duduk di kamar. Tidak ada yang spesial. Hanya bermain game online kesukaanku. Aku menggunakan kecepatan tanganku untuk mengalahkan musuh-musuh itu. Aish, benar-benar susah ya.
Aku melakukan party dengan teman dunia mayaku, refreshing dari apa yang terjadi. Rumah ini cukup tenang. Mungkin jika kau di rumah Amy terbayang perbedaannya. Di rumahnya memang asyik. Namun mengingat Amy, membuatku sakit. Ya benar-benar sakit.
Tatapannya kemarin, dan tampaknya dia juga tidak makan. Apa ya yang harus kulakukan? Haruskah aku mengajaknya melihat bunga sakura? Aish jangan, dia alergi serbuk bunga. Atau belanja? Mungkin ku ajak belanja saja. Tapi bukannya kemarin sudah? Lalu apa? Ah, menonton bioskop. Akan kubuat dia tersenyum. Aku langsung menggapai hapeku disebelah kiri dan dikanan masih sibuk mengontrol chara. Aku menelepon, memesan tiket. Begitu selesai, aku langsung memainkan lagi gameku.
Ah, apakah ayah masih sibuk ya? Ibu dan yang lainnya juga. Aku tidak peduli lagi dengan mereka. Yang penting sekarang aku punya seseorang yang ingin kulindungi.
---
Senin, 15 Juli 2010
Seperti biasa, sekolah kembali, aku sengaja datang pagi agar Aku bisa mengajak Amy ke bioskop. Namun, dia tampaknya terlambat. Begitu masuk, dia pun datang dengan seragam yang basah. Sensei menyuruhnya untuk mengeringkan diri. Dia hanya diam dan keluar dari kelas, tampaknya mengganti baju.
Dia benar-benar menghindariku seharian ini. Bahkan dia tidak membicarakan apapun di bangku. Aish, Amy kenapa? Aku pun mencoba bertanya pada Sousuke. Dan tampaknya Sousuke tidak tau menau mengenai hal itu. Aku pun mencoba mencari Amy ketika istirahat makan siang.
Tanpa sengaja aku ditabrak seorang cewek yang tampaknya terlihat popular. Nampak dari rambut, kulit, dan tentu saja gayanya. Dia malah membentakku, mengataiku. Aku menatapnya benci. Dan aku memarahinya balik. Salah satu temannya memanggil teman cowoknya yang cukup kuat. Teman cowok nya itu menghajarku. Aku mendengar dentingan lonceng. Dan…tertidur lagi.
---
Selasa, 16 Juli 2010
Pagi hari, aku berjalan malas ke sekolah. Kukira ini seperti kemarin, namun ternyata tidak. Amy menyapaku lagi dan meminta maaf karena tiba-tiba menghindariku. Dia tersenyum seperti biasa. Syukurlah.
Hari ini kami makan bertiga, bersama Sousuke tentunya. Mereka tampak ceria seperti biasa. Kami bercerita banyak. Ternyata kami menyukai game online yang sama. Kami bertukar informasi mengenai game tersebut. Dan menyenangkan sekali. Kami bertukar id. Tampaknya asik juga jika berteam dengan mereka.
Amy dipanggil keruang guru, sepertinya dia disuruh untuk mengikuti lomba fisika. Dia cukup jago dalam hal itu. Begitu Amy pergi, Sousuke berbisik padaku. Ternyata Amy diganggu oleh anak yang bernama Sumire. Dan berdasarkan yang dia dengar Sumire menyukai Gray-senpai dan semenjak hilangnya Gray-senpai, Sumire makin intens menyiksa Amy. Berdasarkan ciri-ciri yangdikatakan Sousuke ketahuanlah kalau yang menabrakku Sumire. Aku semakin membenci cewek itu. Yang penting sekarang Amy tidak diganggunya lagi.
Amy datang kembali dan mengatakan kalau dia menolak tawaran lomba itu. Aku dan Sousuke hanya bisa tercengang. Lalu dia berkata, dia tidak tertarik untuk mengikuti lomba itu. Kami pun memulai cerita-cerita kembali seperti biasa. Sousuke bilang dia kemarin mendengar berita mengenai lonceng merah. Katanya jika mendapatkan lonceng itu akan mati. Aku dan Amy tertawa. Ada-ada saja Sousuke, mempercayai takhayul.
---
Rabu, 17 Juli 2010
Amy tidak datang lagi. Kenapa ya? Kudengar dia sedang sakit. Amy selalu saja sakit disaat-saat aku sedang senang-senangnya. Dan hari ini aku dikejutkan dengan kabar kalau…Sumire menghilang. Shido, Gray-senpai dan Sumire. Sudah tiga orang yang hilang. Apakah ini kebetulan?
Hari ini aku duduk dengan Sousuke. Entah kenapa Sousuke merasa ada yang aneh disini. Dia terus memaksaku untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi. Ini tidak beres.
Dan dari beritanya, Amy juga turut didatangi kantor polisi terkait hilangnya Sumire ini. Aku harap tidak terjadi apa-apa dengannya.Apalagi berhembus isu kalau…Amy adalah dewi kematian. Menurut Sousuke, ini berkaitan dengan hilangnya tiga ornag itu, interaksinya dengan Amy dan tentu saja terkait dengan tidak masuknya dia. Sousuke berkata, bulan Juli ini saja Amy sering tidak masuk. Dan ketika di jenguk rumahnya selalu ditutup.
Aku harap in tidak benar, karna aku tau, Amy merupakan orang yang baik, yang selalu membantu orang-orang.
---
Sabtu , 20 Juli 2010
Aku sudah tidak tahan lagi. Aku dipaksa untuk menghindari Amy oleh teman-teman yang lain. Sousuke termasuk. Aku merasa seperti orang jahat. Padahal belum tentu kan dia yang melakukannya?
Amy tetap menjalani pelajarannya seperti biasa. Dan dia mulai memakai rok kembali dan memanjangkan rambutnya. Dia berbeda, Dia mengasingkan diri. Dan sesekali kutatap dia dari jauh. Dia menangis.
Menangis bukan hanya dari air mata. Namun dengan tatapan sendu. Diam. Aku tau dari bercak wajahnya. Air matanya mungkin telah habis. Aku langsung bergegas menemuinya, namun dia hilang seolah lenyap. Tanpa jejak.
Esok tepatnya hari Jumat , Sousuke pun mengatakan hal jahat padanya. Aku kaget. Aku benar-benar kaget. Sou melakukan hal begitu?
Aku langsung menarik Sousuke. Dan mengatakan kalau itu belum tentu salahnya. Sousuke berkata, kau bisa berbicara begitu setelah menghindarinya? Aku mendengar dentingan lonceng kembali, dan aku tertidur.
---
Senin , 22 Juli 2010
Tersiar kabar Sousuke menghilang, dan Amy pun tidak masuk kembali dengan alasan pindah. Benar-benar tidak terduga. Dua orang yang aku sayangi pergi meninggalkanku. Apa yang sebenarnya terjadi? Kuputuskan aku akan singgah ke rumah Amy nanti.
Aku menjalani pelajaran dengan tidak konsen. Amy, Sou….aku hanya kepikiran mereka berdua. Mereka benar-benar tega meninggalkanku. Aku tidak semangat makan siang dan malah memutuskan untuk istirahat sejenak. Membolos dengan alasan sakit.
Begitu bel istirahat berbunyi, aku langsung cabut dan mengizinkan diri dari ketua kelas. Aku harus menemui Amy, harus! Aku terus berlari ke rumah Amy. Aku takut dia akan pindah.
Dan benar saja, dia sedang mengangkat barang-barangnya. Aku menghampirinya dan berkata, jangan pergi. Dia hanya menatap sendu dan mengatakan dia harus pergi. Karena, karena dia takut akan melukai seseorang lagi. Lalu, aku mengatakan betapa pentingnya dia.
---
Gadis itu pun kaget, dia benar-benar kaget sejadi-jadinya. Temannya Ryuu, seorang cowok berambut hitam dan memiliki tatapan tajam itu tertidur. Namun tiba-tiba terbangun kembali. Menatapnya dengan tatapan yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Lonceng merah yang menjadi brosnya terdengar nyaring sekali.
“Ryuu…A….ada apa? Kenapa kau mendekat?”, kagetnya.
Ryuu tetap diam.
“Ryuuu…kau..kau bukan Ryuu kan?”
Cowok itu tertawa sadis, “Ya, aku bukan Ryuu. Aku adalah Diari.”
“Di…diari? Kau…..”, gadis itu kaget ketika terlihat pisau di tangan kiri Ryuu.
Dengan ilmu beladiri yang dipelajarinya, Amy pun bergegas lari,terus berlari. Lonceng itu pun berirama indah seiring dengan langkahnya. Mencoba mencari pertolongan, namun kenapa dikota ini….sepi?
Amy terus berlari hingga dia sampai disebuah rumah. Dia mencoba bersembunyi di rumah khas jepang tersebut. Namun dia kaget ketika, dia menemukan kerangka orang yang sedang menonton Anime, dia ke tangga atas dan menemukan sebuah kamar yang isinya adalah…kerangka orang yang tampaknya seakan mendesain, ke ruang sebelahnya, kerangka dan isinya kerangka dan kerangka. Hingga dia mengenal kerangka yang masih baru itu…itu…Sousuke?
“Wah, Amy-chan betapa indahnya ekspresi ketakutanmu.”
“A….R..ryuu..kau…kau…Jadi Shi-san, Gray-sen..senpai, Sumi-san dan …Sousuke…”, Amy bergetar.
“Hm? Kau suka dengan koleksi ku? Mereka terlihat keren kan dengan lonceng merah itu?”
“I..itu…A….”, Amy jatuh terduduk, lemas tak berdaya.
“Amy, cepat lari kumohon.”, ditubuh yang sama, Ryuu berteriak.
“Ryuu…A..aku…Ryuuuu.”
“Pergilah, tolong. Aku..aku tidak ingin menyakitimu. Lupakan aku..Pergi..Pergi.”
“Tapi..Ryuuu..”
“Berisik kau!”, Ryuu berteriak pada dirinya sendiri.
“Nah, Baby…sekarang kau adalah sanderaku. Jadi kau harus menuruti perintahku.”, dia berjalan mendekati Amy yang terduduk lemas.
Amy hanya bisa menghindar, namun tembok menghalanginya hingga…
AMYYYYYYY………..
---
“Nah, Amy sayang? Menyenangkan bukan acaranya. Apalagi dengan ditemani oleh orang yang katanya kamu cintai heh?”
Amy hanya diam.
“Kulitmu memang yang termulus ya. Seperti mutiara saja.”
Amy hanya diam.
“Rambutmu halus sekali. Kau memanjangkan rambut seperti ini. Benar-benar cocok.”
Diam.
“Bisakah kau tersenyum untukku?”
Amy tidak menjawab.
“Kau mendengar kan perkataanku?”
Diam.
Dia pun menampar Amy yang tidak berdaya lagi.
“Wah bercak merah lagi deh. Sayangnya. Itu akibat dari tidak mau mengikuti perintahku.”
Dia menangis.
“Kenapa aku menangis?”
Bunyi lonceng terdengar lagi.
“Jadi…yang ketujuh adalah …Kau ya Ryuu?”
Ryuu menghilang.
Hanya tersisa Diari.
“Aku…siapa?”
Epilog
Namaku Ryuu Hasegawa. Aku tinggal bersama dengan keluargaku. Ayahku orang yang bijaksana dan menyenangkan, dia seorang manager terkenal. Ibuku seorang designer ternama, dia selalu membuatkanku baju bagus. Abangku seorang dokter dan tentunya otaku. Dia selalu mengajakku nonton bersamanya. Adikku sangat manis, dia suka membaca buku. Aku memiliki sahabat yang baik.
Sousuke, hobinya berbicara. Dia seperti mentari dan punya senyuman paling hangat. Dia sering makan siang denganku. Lalu, ada Gray-senpai. Aku tidak dekat dengannya namun dia sangat baik padaku. Amy, orang yang aku cintai, memiliki wajah seperti malaikat. Dia juga punya suara indah. Aku dan Gray-senpai mencintainya. Namun, kurasa dia mencintai Gray-senpai. Aku juga berkenalan dengan orang yang menyebalkan, Shido dan Sumire.
Sousuke, Amy dan Aku sekelas dan sering makan bersama. Begitu menyenangkan. Kami selalu latihan setiap Minggu di rumah Amy. Menyenangkan sekali mendengar dan melihat kebersamaan mereka.
Aku mengajak mereka berkunjung kerumahku. Yang pertama Shido, dia katanya ingin minta uang, uh. Lalu Gray-senpai, dia ingin melihat koleksi CD dan Game ku, Lalu Sumire, dia ingin sekali melihat baju buatan ibu dan Sousuke, aku ingin makan bareng bersamanya. Dan yang terakhir aku mengajak Amy. Sangat menyenangkan sekali. Mereka selalu menemaniku bersama. Tapi sayangnya aku teperangkap, hilang. Hanya tersisa Diari.













