Fanfic Pandora Hearts



Dingin....
Sedingin cengkraman rantai besi ini.
Cekam...
Suasana kebencian disini begitu mencekam.
Sakit...
“Apakah luka ataukah...hatiku yang sakit?”

----
Fake or Reality?
Disclaimer: Jun Mochizuki
----

Disinilah Oz, dia tidak menyangka kejadian ini menimpanya. Menghancurkan tiitk-titik harapan yang ia punya.

Teman dan keluarga...

Semua adalah kepalsuan. Ayahnya, Ibunya dan mungkin bahkan Paman tercintanya, Oscar.

Gilbert...

Oh, coret opsi diatas. Gilbert secara realita adalah pelayan Baskerville. Dia bukan dipihaknya lagi. Dan itu membuatnya...hancur?

Bagaimanapun semua haruslah kembali ketempatnya semula.

Dan dirinya...

Dirinya apa?

Jelaskan padanya, dirinya itu apa?

Dia hanyalah chain, Tubuh aslinya adalah milik Jack Vessailus. Seseorang yang banyak menghancurkan keinginan banyak orang.

Dan sebentar lagi, dia akan dimusnahkan oleh Reo. Dia pun menutup matanya kembali.

Hingga...
“Aku akan melindungi Oz.”
Si bodoh itu...
“Aku yang sekarang pelayanmu satu-satunya, Hal itu takkan berubah.”
Kabur membawa dirinya.
Apakah ini nyata?
Ya, ini nyata dan bukan kepalsuan.

---

“Gil, kau baik-baik saja?”

Gilbert tidak menjawab, hanya memegang dada sebelah kirinya.

“Da..da sebelah kiri? Kau jangan-jangan?”

Oz hanya membuka baju Gilbert dan terlihatlah, lambang kontrak ilegal.

Namun, keterkejutan Oz hanya dibalas senyum oleh Gilbert, lalu berkata, “Jangan khawatir Oz, aku hanya belum terbiasa. Simbolku berbeda dengan punyamu.”

Gilbert pun menjelaskan, kalau simbol itu adalah wajar, dan Oz hanya bisa berteriak marah.

“Kau Baskerville kan? Sudah seharusnya kau selalu berada disamping Glen.”
Gilbert menjawab, “Kau ngomong apa Oz?”
“Mereka bisa membunuhmu kapan saja jika kau bersama denganku!” teriak Oz marah.
“Aku takkan membiarkan itu terjadi!” Gilbert membalasnya.
“Padahal...kau sudah kehilangan lengan kirimu gara-gara aku.”, Oz menunduk.
“Kehilangan lengan kiri tidak seberapa ketimbang aku tidak berada disampingmu Oz.”

Oz terdiam. Hanya demi dirinya yang palsu, Gilbert..mengorbankan lengan kirinya?

Benar-benar tidak pantas.

“Ja...jangan bercanda, Gilbert. Kau...KAU BODOH!! BODOH! BODOH!”
“Maaf Oz.” Katanya sambil nyegir. “Aku tau kebodohanku tidak dapat disembuhkan.”
“KAU BODOH!!! APA GUNANYA MELINDUNGIKU??? Tubuh ini, milik Jack Vessailus. Orang yang kau benci. La..lu..Aku hanyalah sebuah chain! Dengar...CHAIN!!” Oz mencengkram kerah baju Gilbert, seraya mengeluarkan air mata.
“Lalu yang asli itu seperti apa?”
Gilbert, sungguh. Gilbert ini bodoh sekali.
“Sejak awal, kenapa harus menjadi yang asli?”
Oz tercengang.
“Aku tidak peduli kau adalah palsu ataupun asli. Yang terpenting kau adalah Oz.”

Gilbert tersenyum?

Sungguh bagi Oz dia adalah orang yang paling bodoh yang pernah dia temui.

Sekaligus orang bodoh yang dia cintai.

Hei, apa dia memiliki sesuatu yang disebut hati?

Entah kenapa, dia merasa mengantuk dan  Paman Oscar datang.

---
-Oz Pov-

Jack mengambil alih kesadaranku. Entah kenapa aku merasa dia melakukan sesuatu yang buruk pada kedua orang yang aku sayangi itu. Aku mencoba melawan. 

Hingga Jack berkata, “Akulah yang membunuh anak dan istrimu. Lalu kau kesini bukan untuk menolong Oz, melainkan melenyapkan Oz dengan tanganmu sendiri.”

Dan kurasa ini fakta.

Namun, si bodoh itu berteriak, “Jangan bercanda!!! Tuan Oscar tidak mungkin membenci Oz, sama sepertiku yang tidak bisa mengkhianatinya. Dan apapun yang terjadi, Tuan Oscar pasti dipihak Oz.”

Aku mendengar dari alam bawah sadar itu, Paman Oscar tertawa.

Hingga Paman Oscar berkata,”Aku datang untuk menutup mulutmu, Jack Vessailus.”

Aku hanya berteriak. Tidak peduli Paman Oscar tidak mendengarnya,  Jangaan Paman, Jack mencoba untuk membunuhmu!!”

Paman Oscar pun mengatakan sesuatu yang membuatku tercengang.

Dosaku adalah keberadaanku sendiri.

Jack pun menyerang paman dan Gilbert, dengan sekuat tenaga aku menahannya. Namun, lagi-lagi, aku gagal. Hingga Paman berkata, “Aku berharap kau bahagia. Aku menyayangi kalian dari lubuk hatiku.”

Kalimat itu membuatku sadar. Aku menangis. Sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh diriku yang palsu, yang chain. Air mata ini bukan air mata palsu. Namun, ini jauh dari hatiku.

Hei, apa aku memiliki hati?
“Semua yang ada padamu adalah kepalsuan.”

Kata-kata Jack yang ini selalu membayangiku.

Namun mereka semua, mematahkan kepalsuan itu.

Gilbert selalu menyokongku dengan kata-katanya. Dan Paman Oscar selalu menyayangiku meski dia tau, aku adalah Jack. Jack yang telah membunuh anak dan istrinya.

Dan tentu saja, Alice.

“Oz, kenapa kau tidak memanggilku?”

Dia muncul.

Paman Oscar pun memaksa kami untuk kabur, hingga Echo yang ternyata Zwei menusuk Paman. Paman  Oscar tidak peduli. Dia memaksa kami kabur.

Dan kini, aku sadar. Mereka adalah kenyataan.

Bukan kepalsuan yang selama ini Jack bisikkan padaku.

Mereka ada disaat aku kesulitan.

Berarti hati ini, asli kan?

Kenyataan kan?

Dan cintaku pada Gilbert, .aa...asli..?
---

Unknown

No comments:

Post a Comment

Instagram